LATAR BELAKANG
Pada saat kondisi bangsa yang sangat
delamatis dan komplek akan permasalahan di masyarakat, dari masalah
ekonomi, sosial, budaya dan politik perlu kita cermati bahwa
permasalahan tersebut haruslah diperhatikan. Dalam hal ini peran serta
pemuda dalam masyarakat sangat diperlukan untuk memecahkan permasalahan
tersebut hingga dapat macapai kesejahteraan bersama. Kesejahteraan dan
kemakmuran itu dapat tercapai apabila Putra Bangsa bersatu dan bertekad
untuk mengedepankan kepentingan bersama.
Kita harus mengetahui secara faktual
kondisi yang ada pada masyarakat, bagaimana sekarang ini kita dalam
kondisi perekonomian yang sangat sulit, kurangnya lapangan pekerjaan,
masuknya tren budaya asing hingga keadaan politik yang tidak menentu.
Dari banyak permasalahan tersebut menimbulkan stabilitas kehidupan yang
buruk, Sehingga timbullah tingkat kerawanan (kriminal) yang tinggi. Kita
dapat lihat dari sekitar kita bagaimana tindak pidana yang merajalela
dan di satu sisi tidak ada ketegasan dari aparat penegak hukum.
Ada beberapa hal yang perlu
sangat-sangat kita perhatikan adalah kondisi ekonomi dan keamanan. Rasa
aman pada sebagian masyarakat kita sangatlah belum dapat dinikmati dan
itupun dapat dilihat ditempat-tempat umum, bagaimana sebagian masyarakat
kita menindas sebagian masyarakat yang lain. Karena kerawanan kondisi
kriminal (criminal condition) yang tinggi, maka otomatis akan
berpengaruh pada tingkat perekonomian yang ada pada masyarakat, contoh
saja terbatas ruang gerak petani untuk menjual hasil buminya, monopoli,
tengkulak dan bahkan rentenir.
Dari aspek komunitas politik, timbulnya
multi partai dimana dari sekian partai tersebut cenderung mengurusi
kepentingan-kepentingan golongan dan tentu itu akan menimbulkan konflik.
Di lain sisi tumbuh juga organisasi-organisasi masyarakat (ormas) yang
mengedepankan kegagahan/jagoan yang bersifat keagamaan dan etnis dalam
artian sempit, sehingga cenderung komunitas tersebut lebih
mengedepankan kepentingan agama dan etnisnya, dan lebih buruknya lagi
ormas tersebut dalam penyeleseaian permasalahan menonjolkan kekerasan.
Inilah paradigma yang sekarang terjadi
dalam kehidupan masyarakat, betapa pentingnya pemuda-pemuda yang dapat
berpikir jernih, rasional dan nasionalis. Oleh karenanya marilah kita
wujudkan kehidupan yang sejahtera, stabil, dinamis dan saling
menghormati.
Perkembangan Negara dan Bangsa tidak
terlepas akan aktivitas dan kinerja pemuda. Pemuda adalah tulang
punggung Negara yang bertugas untuk mempertahankan dan mengisi
kemerdekaan sehigga dapat mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara
yang benar-benar merdeka. Merdeka dalam artian merdeka secara fisik
maupun ekonomi.
Pada saat ini dengan keadaan Negara yang
sedang “sakit” perlu kita perhatikan pemuda-pemuda bangsa yang
merupakan bibit unggul sebagai penerus cita-cita nilai-nilai kebangsaan.
Nilai-nilai kebangsaan sudah semakin luntur dengan adanya keadaan
ekonomi yang sulit dan rusaknya nilai-nilai budaya yang merupakan
warisan dari leluhur bangsa. Perlu kita cermati bahwa dengan semakin
modernnya zaman maka semakin pula perlunya defens/pertahanan nilai
kebangsaan dengan masuknya budaya barat, dimana budaya barat
sangat-sangat mendominasi tren mode kehidupan pemuda kita.
Paradigma kepemudaan haruslah perlu kita
kaji dan bentuk untuk menumbuhkan rasa nasionalis yang tinggi terhadap
Negara dan Bangsa. Hal ini perlu kita sikapi dikarenakan banyaknya
pertumbuhan organisasi kepemudaan atau bahkan organisasi- organisasi
masyarakat yang tidak jelas yang hanya bertujuan untuk penggalangan
massa.
Organisasi-organisasi tersebut lebih
cenderung mementingkan kelompoknya, dan cenderung menonjolkan kekerasan
fisik sehingga menimbulkan ke khawatiran dalam masyarakat. Hal ini
sangatlah rawan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dan dapat
menimbulkan bahaya disintegrasi bangsa.
Dengan adanya suatu wadah yang bertujuan
mempertahan Nilai-nilai kebangsaan maka dengan sendirinya keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia terjaga. Marilah kita sama-sama
wujudkan cita-cita luhur ini dengan tekad kebersamaan. Merdeka !!!
PUTRA BANGSA
Putra Bangsa lahir pada tanggal 10
november 2008, didirikan oleh beberapa pemuda yang kritis terhadap
kehidupan masyarakat dan bercita-cita untuk mencapai kehidupan
masyarakat sejahtera. Putra Bangsa didirikan di kota semarang tepatnya
di jalan Banjarsari No. 01 Kecamatan Tembalang Kotamadya Semarang Jawa
Tengah dengan anggaran dasar yang ditanda tangani oleh notaris Bapak
Ngadino. SH. dengan akte tanggal 05 November 2008 No : 06.
Dalam perjalannya Putra Bangsa mendapat
sambutan yang positif dari berbagai pihak, ini sangat diperlukan untuk
membina persatuan dan kesatuan dikalangan pemuda dan sebagai penerus
generasi tua. Program-program Putra Bangsa sangat mengena kepada
masyarakat terutama lapisan masyarakat bawah, dalam hal ini Putra Bangsa
berusaha untuk memberikan solusi apa yang terjadi permasalahan di
masyarakat.
Ruang lingkup kegiatan Putra Bangsa
sangat luas mencakup kehidupan masyarakat perkotaan hingga pedesaan,
jadi Putra Bangsa adalah Organisasi Sosial yang bersifat universal.
Berdasarkan BAB I pasal 3 Anggaran Dasar Organisasi, yaitu : “jika
diangap perlu, ditempat-tempat lain dapat didirikan dan/atau dibuka
cabang-cabang atau perwakilan-perwakilannya”, maka dari itu Putra Bangsa
sangat perlu sekali untuk membentuk cabang-cabang Organisasi guna
menjangkau hingga kepelosok daerah.
Pada dasarnya Organisasi Putra Bangsa
adalah organisasi yang berwawasan Nasional yang berdasarkan Pancasila
dan UUD 45, sehingga Organisasi Putra Bangsa kegiatanya adalah membangun
kesejahteraan nasional.
Analisa SWOT
- 1. Strenght (kekuatan)
Pada saat ini banyak sekali organisasi
masyarakat yang kegiatannya hanya berorientasi untuk mementingkan
golongannya sendiri. Putra Bangsa adalah Organisasi Sosial yang bersifat
Universal yang anggotanya benar-benar memperjuangkan kepentingan
masyarakat, bangsa dan Negara.
- 2. Weakness (kelemahan)
Kelemahan yang ada pada Putra bangsa
adalah pendanaan untuk kegiatan dan mobilitas pengurus, sehingga belum
mampu untuk menjangkau ke desa-desa pelosok.
- 3. Oupportunity (kesempatan)
Pada masa saat ini adalah waktu yang
tepat dan bertepatan dengan datangnya pesta demokrasi, dimana masyarakat
juga sudah mulai bingung dengan banyaknya partai yang turut serta pada
pemilu 2009, sehingga Putra Bangsa dapat membimbing masyarakat supaya
sadar betapa pentingnya pemilu 2009 untuk menentukan masa depan bangsa
dan Negara. Hal ini merupakan moment yang tepat merekrut anggota
mengajak untuk berpola piker maju dan berwawasan kebangsaan.
- 4. Threatment (ancaman)
Ancaman yang sangat perlu diperhatikan
adalah kemiskinan. Hal itulah yang dapat menimbulkan perpecahan
persatuan bangsa dan Negara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar